Saham Induk PT IBU Jadi Sasaran Ambil Untung

Jakarta – Hari ini saham PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (TPS Food) berakhir melemah 70 poin atau 5,58% dari penutupan sebelumnya Rp 1.255 ke level Rp 1.185. Padahal seharian saham dari emiten berkode AISA itu berada di zona hijau.

Saham AISA pagi tadi dibuka langsung menguat 40 poin ke level Rp 1.295. Setelah itu saham AISA terus menguat, pada 10.05 waktu JATS menguat ke level Rp 1.345. Bahkan hari ini saham AISA sempat menyentuh level tertinggi Rp 1.360.

Namun setelah memasuki sesi II, saham AISA kembali turun meski masih menguat dibanding penutupan sebelumnya. Pada pukul 15.10 waktu JATS saham AISA turun ke level Rp 1.270 tapi masih menghijau. Sayangnya pada pukul 15.28 waktu JATS saham AISA mulai memasuki zona merah.

Menurut Analis First Asia Capital David Sutyanto jatuhnya harga saham AISA di penghujung penutupan tadi lantaran banyaknya pelaku pasar yang mengambil untung atas kenaikan harga di perdagangan kemarin dan hari ini.

“Kan AISA 2 hari lumayan naiknya dari Rp 905, orang profit taking dari situ,” tuturnya saat dihubungi detikFinance, Selasa (25/7/2017).

Pada perdagangan Senin 24 Juli 2017, saham AISA dibuka langsung anjlok 24,89% dari Rp 1.205 ke level Rp 905. Saham AISA langsung kena auto reject, atau tidak mentok di level tersebut.

Namun menurut David saat itu banyak pelaku pasar yang mengambil saham AISA di level tersebut. Alhasil kemarin saham AISA menguat 4,15% ke Rp 1.255.

Aksi beli pelaku pasar didorong oleh aktifnya manajemen perseroan untuk menjelaskan terkait kasus penggerebekan pabrik beras milik cucu usahanya PT Indo Beras Unggul (IBU).

“Sentimen menurut saya agak sedikit positif. Memang kasusnya masih berjalan, tapi manajemen juga sudah menyatakan mengedepankan untuk berdalog. Kapolri juga ingin berdialog. Kondisi kasusnya juga sebenarnya abu-abu, apakah salahnya fatal atau tidak,” imbuhnya.

David memprediksi saham AISA esok hari masih akan bergerak liar. Namun dengan aktifnya manajemen AISA dia yakin sahamnya tidak akan tembus ke bawah level Rp 1.000 lagi. Dia merekomendasikan tahan untuk saham AISA.

“Masih mix antara penguatan bisa berlanjut atau ada aksi profit taking lagi. Pergerakannya masih akan liar, tergantung sentimennya,” tandasnya. (ang/ang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *