Cerita Perburuan Rusa di Aceh, Pakai Pawang hingga Anjing

6819ffe3-ecec-42b4-bbd3-ba91ba80c534-e3435c05e1ab8e491a6d3923fe638dc97bb74ce8




Banda Aceh
Di Gunung Lawu, 8 rusa mati dibantai. Daging diduga dimakan. Pelaku belum ditemukan. Di beberapa daerah di Aceh, rusa biasa diburu. Salah satunya di pegunungan Tanah Rencong. Bahkan, dagingnya bebas dijual di pasar-pasar atau rumah makan.

Perburuan rusa di Aceh sudah dilakukan sejak dulu. Para pemburu menangkapnya dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan jerat, ditembak dengan senapan angin dan memburu dengan bantuan anjing. Setelah berhasil ditangkap, biasanya langsung disembelih di lokasi dan dagingnya dibawa turun ke desa.

Di pedalaman Kabupaten Pidie, misalnya, ada dua kecamatan yang terkenal sering menjual daging rusa. Memang tidak setiap hari ada, tapi lokasi tersebut sudah diketahui banyak orang. Jika ada rezeki–istilah para pemburu jika menemukan rusa, mereka akan menggantung di sana untuk dijual.

Para pembeli dapat membelinya sesuai kebutuhan. Di salah satu kecamatan di Pidie, daging rusa sudah dijadikan kuliner khas daerah tersebut. Bahkan pada hari-hari tertentu seperti meugang, warga beramai-ramai menyantap daging rusa. Mereka menganggap makan daging sapi atau kerbau sudah terbiasa.

Apis, seorang warga Kabupaten Pidie, mengaku pernah ikut berburu rusa di pegunungan Aceh. Ia bersama beberapa temannya dan seorang pawang berangkat dari desa pagi hari dan pulang pada sorenya. Mereka menangkap rusa dengan cara dijerat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *